DIANA RAHIMA TJAHJANI

DIANA RAHIMA TJAHJANI

Minggu, 12 Desember 2010

Family or profession


Beginilah kehidupanku penuh dengan kegiatan yang memburuku, les sekolah latihan itu semua ku lakukan setiap hari. Perkenalkan aku adalah bunga siswi murid smp di Surabaya , aku hanyalah siswa yang mengembangkan kemampuannya di ekstrakulikuler yaitu basket. Dari kelas 7 saya sudah menekuni itu suka duka saya jalani semua nya dari latihan fisik,kelincahan.
Sebenarnya basket hanya menjadi penutup kesedihanku selama ini. Di kelas 7 keluargaku mendukungku mengikuti kegiatan ini di balik itu semua karna kesibukanku aku gak menyangka masalah yang ku miliki makin berat, karna ku sering latihan dan jarang di rumah keluargaku pun mulai berantakan lagi. Sebenarnya sejak awal masalah ini uda megerutiku dari dulu aku berfikur mungkin dengan basket aku bisa melampiaskan semua amarahku terhadap bola. Karna selama ini jika ku sedih aku langsung menuju lapangan dan aku terus menerus shooting sampai hatiku merasa tenang mulailah aku mencintai yang bernama basket.
Aku memiliki keluarga yang lengkap tetapi kadang kala aku merindukan ayahku yang ada di malang, ya benar keluargaku mengalami broken home dan yang ada di Surabaya sekarang adalah ayah tiriku, sebenarnya aku benci dengan ayah tiriku ini dia hanya bisa janji janji yang gak penting yang Cuma bisa bikin keluargaku bertengkar terus seharian. Aku bernekad kabur ke malang dengan kakakku untuk menjenguk ayah kandungku tapi selalu terhalangi oleh ibu. Aku bosan dengan kata-kata ibuku yang Cuma bisa bilang iya nanti iburan kita ke malang dan akhirnya pun tidak ,a ku berfikir ibuku menghalangiku untuk berhubungan lagi dengan ayah telpon pun aku harus sembunyi sembunyi dulu.
Memang semua orang punya masalah dengan keluarganya masing-masing, tapi aku beruntung ikut ekskul basket ini aku memiliki sahabat-sahabat yang mengerti aku ,aku merasa mereka satu hati dengan ku mereka mempunyai masalah yang sama keban, tapi aku beruntung ikut ekskul basket ini aku memiliki sahabat-sahabat yang mengerti aku ,aku merasa mereka satu hati dengan ku mereka mempunyai masalah yang sama kebanyakan. Setiap latihan aku pun curhat ke mereka .dukungan-dukungan dari mereka keuarkan buatku aku mencoba mengikuti saran mereka ya lumayan berhasil. Ada salah satu temenku berkata ‘’kamu beruntung bunga kamu masih memiliki keluarga yang lengkap dan selalu ada waktu buat kamu ,kamu ada kakak adik ayah ibu mereka semua perhatian ke kamu ,kenapa kamu berfikir kalau mereka hanya bisa janji atau sebagainya?’’ aku berfikir benar juga kata katrine temanku tadi dia memang punya masalah tapi dia orangnya tidak terlalu terbuka ,dia menutupi semua masalahnya dengan memberi saran-saran terbaik buat mereka yang curhat ke katrine dan katrine pun menutupi hal tersebut dengan senyuman,tak kusangka orang yang selama ini menemani aku nangis sedih dia selalu ada untukku ternyata dia lebih memiliki masalah yang jauh buruk dari pada aku.
Setelah beberapa hari latihan latihan bertambah sulit dan makin keras, hmm…tipe pelatihku ini sangat disiplin dan keras. Banyak anggota dari tim tidak kuat atas kelakuan pelatihku itu. Termasuk juga ibuku , ibuku marah-mara karna latihan terlalu keras atau bagaimana tapi keluargaku saat itu masih mendukungku hinggga event yang paling bergengsi di Indonesia yaitu dbl. saat itu keluargaku mendukung sebagian tapi ada yang tidak saat detik-detik itu juga keluargaku masih sering bertengkar aku berfikir apa mereka sempat melihatku saat bertanding nanti ??? mereka hanya sibuk dengan urusannya masing-masing.saat itu hari yang di nanti pun mulai, aku mencari-cari dimana keluargaku apa mereka datang untuk mensupport aku? Aku tak berfikir banyak lagi aku langsung pemanasan .dan saat akhir pertandingan pun tim kami kalah mungkin memang sudah takdir ya tentunya aku dan anggota timku kecewa dan ada yang nangis ,keluar dari loker, katrine menghampiriku dia menenangkanku untuk bersabar dan terus berusaha lagi ,katrine sebenarnya dia juga anak basket tetapi karna kurang keberutungannya dia tidak terpilih tim, katrine bilang kepadaku kalau keluargaku datang juga melihatku aku kaget juga mendengarnya ,aku begitu sudah bahagia menetupi rasa kecewaku atas kekalahan tadi.
Setelah itu berakhirlah tim angkatan 2k9-2k10 dan memulai membentuk tim baru. Aku teringat janji ku bunga,dan ida kalau tahun berikutnya akan keluar,apa mereka menepati janji itu? Ternyata mereka tersiksa dengan janjinya itu. Mereka bingung mau keluar apa nggak kalau mereka keluar mereka berfikir sapa yang akan melanjutkan tim ini kasihan juga adek-adek kelas ditambah nanti akan dimarahi juga dengan kakak kelas diminta tanggung jawabnya. Beberapa hari pun di mulai latihan lagi dan sudah terbentuk tim,aku masih di rengut oleh masalah mamaku yang tidak mengizinkanku untuk basket lagi. Setiap hari minggu pun aku nggak latihan ,aku meluangkan waktu demi keluarga, tapi begitu pelatihku juga akhirnya marah dan aku putusin sepertinya aku keluar, pelatihku seolah acuh dengan kata-kataku dan menganggap perkataanku ini remeh.
Latihan waktu pulang sekolah aku tidak ikut,karna aku sudah bilang aku keluar tiba-tiba malamnya aku di sms oleh katrine kalau aku harus menemui pelatihku hari sabtu besok. Akhirnya pada hari sabtu aku latihan lagi dan aku nggak akan bicara lagi, aku ngerasa bersalah banget sama keluargaku,padahal aku sudah bilang kalau aku sudah keluar. Aku datang ke rumah mamaku dengan wajah tersenyum “nak…enak ya kamu uda gak latihan basket lagi mama seneng ini mama buatkan kue sus” ,sumpah dalam hati aku nangis banget aku gatau harus ngapain aku ngerasa bersalah banget begitu juga adek dan kakakku merespon yang sama seperti mamaku. Aku minta pendapat teman-temanku pu aku harus jujur, tapi rasanya gak mungkin ngehancurin rasa senengnya kleuarga jadi kecewa lagi.
Hari minggu latihan pun aku nggak ikut karna aku uda putusin kalau hari minggu buat keluarga. Minggu pagi kakakku uda bangunin aku untuk bersepeda ke pasar “bu ayo bangun kamu kan gak latihan lagi ayo sepedaan lama kita gak sepedaan bareng” hati kecilku menangis dimana selama ini aku?? Semua keluargaku merindukanku menunggu waktu luangku untuk bersama. Aku sadar keluargaku merindukan aku dan hari minggu harus waktu buat keluarga aku gak peduli dengan amarah pelatihku kalau dia masih membutuhkan aku dia harus mengerti aku lagian juga aku belum bayar uang kostum untuk tahun ini jadi aku tetep masih bisa keluar kapan saja.
Aku memiliki temen-temen yang bisa mengerti aku cuma anak basket tapi jikalau aku keluar aku gak mau semua ini berakhir aku ingin seperti dulu nangis bareng ketawa bareng semua di lakuin bersama suka maupun duka. Aku harap kita tetep kayak dulu sampe sekarang walau nanti di antara kita harus ada yang tinggal lebih dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar